Ada tiga macam orang 'pandai'.
Yang pertama adalah orang cerdas. Cerdas adalah fungsi kelahiran. Orang dilahirkan dalam kondisi cerdas, atau, tidak.
Hal-hal yang dilakukan setelah kelahiran hanya memaksimalkan potensi kecerdasan yang sudah dibawanya.
Tetapi, orang cerdas bisa kalah bila berhadapan dengan orang pandai, karena pandai adalah fungsi pelajaran. Orang cerdas yang tidak belajar, tidak disebut pandai, dia disebut cepat mengerti. Lebih hebat lagi bila orang yang cerdas, mau belajar.
Tetapi, orang cerdas dan pandai harus tunduk kepada orang yang bijak, karena bijaknya seseorang datang dari pengalaman.
Banyak orang cerdas dan pandai melakukan kesalahan, karena kurang mendengar yang bijak. Tetapi, justru kesalahan itu yang akan membuatnya bijak, karena kesalahan adalah bagian dari pengalaman.
Orang yang hanya menghindari kesalahan jadinya sulit bijak, karena dia menghindari pekerjaan, tidak melakukan, dan mengaburkan pelaksanaan. Dia lebih tertarik kepada kemungkinan gagal, daripada janji keberhasilan.
Semua kecerdasan dan kepandaian dipupuk sejak muda, untuk memperkecil kesalahan, dan mempercepat datangnya keberhasilan.
Hasil akhir dari semua ini adalah kemampuan untuk tahu apa yang benar, tahu cara pencapaiannya yang benar, melakukannya dengan benar, dan tahu mengapa yang benar itu benar. Itu yang disebut bijak.
Belajar Menjadi Orang Bijak
KKN UNM ANGK. XXII THN. 2010 KEC. WATANG SIDENRENG
Tepat sudah 2 hari, meninggalkan lokasi KKN tercinta "Desa Talumae" tapi cerita dan kenangan masih terus terbayang, seakan ingin kembali menikmati hari-hari indah di kampung Bendoro. Tapi apa daya waktu jualah yang harus memisahkan kami, harus berpisah sebagai sebuah konsekuensi pertemuan kami 2 bulan yang lalu. Pulang dengan membawa beribu kenangan indah....
Masih teringat jelas bagaimana hari pemberangakatan tanggal 29 Januari 2010, hari dimana kami akan memulai tugas mulia sebagai mahasiswa KKN wujud pengabdian kami kepada masyarakat. Beribu cerita dan kenangan telah kami torehkan dalam perjalanan waktu 2 bulan tersebut, yang senantiasa akan menjadi pengalaman berharga dalam hidup kami. Kami 6 orang [katanya posko paling ideal 3 co’ n 3 ce’] yaitu Ahmad (kordeS), saya (sekdes), Hartati (bendungan), Wahyu (staff ahli), Dahriana(staff ahli), Ika (staff ahli). Cerita di mulai dari berkenalan dengan keluarga Pak Ibrahim S.Sos, kepala desa Talumae, melalui hari-hari bersama Sri dan Widya yang sangat pemalu, sampe berteriak-teriak dengan tante Fatimah yang semuanya tidak dapat kembali kami rasakan hari ini dan mungkin juga nanti…..
Waktu terus berjalan namun kami tetap saja santai [namanya juga KKN “Kuliah Kerja Nyantai”] seolah tidak ada proker yang diselesaikan . `tapi meskipun begitu semua program kerja selesai tepat waktu . Mengecat pagar, membuat tiang bendera, membuat peta desa, membuat batas desa, dan kerja bakti semuanya berereessssss….
Hal lain yang tak kalah seru adalah mengajar di SD 1 Mojong dan SD 2 Mojong serta MTsN 1 Pangkajene, Berkenalan dengan guru-gurunya yang ramah, siswa nya yang baik meskipun sesekali susah diatur tapi kami tetap bahagia. Perjumpaan yang akan selalu diingat mainbola, tanam pohon bersama, serta berbut telur adalah carita kami bersama ana’ana’.Hingga di hari perpisahan mereka memberikan kado buat kami…..
Hari hari terkhir dilaui dengan rekreasi ke lejja, makan nasu palekko…
Kami hanya ingin mengucapkan terimah kasih kepada seluruh warga desa Taluma dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya sekiranya adaq hal yang kurang berkenaan di hati …
Kami akan selalu mengenang KKN UNM Angk XXII Kec. Watang Sidenreng Kab. Sidrap
Semoga kelak kita semua dipertemukan kembali dalam kondisi yang jauh lebih baik …
Mengakhiri mungkin I just wanna say “ Dengarkan aku, ku merindukanmu…..”

A.W. Survey The New Survey Experience
Sebuah Renungan di Tahun Baru 1 Muharram 1431 Hijriah
Alhamdulillah… kusyukuri semua, terimakasihku ya Rabbi atas indahnya hidup ini dan atas nikmat yang tlah engkau berikan kepadaku, . Rasa syukur sudah seharusnya selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT, teristimewa hari ini karena hari ini bisa memulai lembaran baru ditahun baru bagi umat Islam sedunia.
Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1429 Hijriah, satu tahun telah berlalu, adakah waktu yang telah kita lewatkan itu terbuang sia-sia?? Ataukah anda masih gamang dengan tiap detik waktu yang harus anda jalankan setiap hari?? Jika kita belum bisa memanfaatkan waktu kita untuk kebaikan maka rugilah kita sebagai manusia.
Menurut teori relativitas, maka umur manusia sangatlah pendek (ingat umur tata surya kita sudah 5 milyar tahun), apakah kita akan buang waktu kita dengan percuma?? Maka gunakanlah waktu kita untuk kebaikan, memberi ruang yang lebih lapang kepada jalan kehidupan, perbanyaklah bertoleransi untuk menghindari konflik, ciptakan surga yang kita kehendaki sesuai aturan-Nya dengan mengubah lingkungan buruk menjadi nyaman untuk di tempati, bukankah surga itu artinya taman atau kebun?? Jadi tatalah bumi ini sebaik-baiknya sesuai mimpi dan harapan anda, jadilah pelopor kebaikan dan berbahagialah Anda dengan segala macam kebaikan itu, sehingga Anda dapat menikmati hidup Anda tiap detiknya….
Berkah......

Suatu kali Rasulullah diundang makan oleh salah seorang sahabatnya. Beserta Rasulullah masih ada lagi empat orang, jadi ada lima orang, sesuai dengan persediaan makanan. Dalam perjalanan tiba-tiba ada sahabatnya yang ikut. Sesampai di depan pintu rumah si pengundang beliau bersabda, “ Ini orang mengikuti kami, maka terserah kamu, jika engkau izinkan ikut, kalau tidak biar orang ini kemabli”. Orang yang mengundang tadiu menjawab, “Kami sangat senang wahai Rasulullah”.
Bagi kaum muslimin menghadiri undangan seperti ini wajib hukumnya, sedang bagi yang tidak diundang harus meminta izin terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Meskipun persediaan makanan hanya cukup untuk lima orang, janganlah menolak orang keenam, ketujuh atau kedelapan. Rasulullah SAW bersabda: “ Makanan seorang cukup untuk dua orang. Makanan dua orang cukup untuk empat orang. Dan makanan empat orang cukup untuk delapan orang. ( H.R. Muslim dari Jabir r.a)
Karenanya perbanyaklah undangan bila anda mengadakan pesta atau walimahan. InsyaAllah anda tidak kekurangan. Tentu saja anda yakin bahwa makanan anda akan mendatangkan berkah.
Pernah suatu ketika beberapa sahabat Nabi mengadukan masalahnya, “ Wahai Rasulullah, kami makan tapi tidak pernah merasa kenyang”. Rasulullah balik bertanya, “Mungkin kalian makan sendiri-sendiri ?”. Orang tadi menjawab, “Benar”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda “ Berkumpullah (berjamaah) pada makanmu, dan bacalah bismillah, niscaya akan diberkahi makananmu. “ ( H.R. Abu Dawud dari Wahsyi bin Kharb).
Berkah, banyak orang mencarinya. Tapia pa pengertian tentang berkah itu, banyak yang tidak tahu, bahkan belum ada definisi yang pasti. Yang jelas banyak orang merasakan adanya berkah itu.
Seorang bujang yang hidup pas-pasan merasa khawatir dan ragu manakala sudah menikah apa mungkin dapat menghidupi istrinya. Namun setelah ia nekad nikah, istrinya bias makan, dan malah masih ada kelebihan.
Di desa ada keluarga miskin yang diliputi kegelisahan menjelang kelahiran anak kelimanya. Mereka khwatir tidak mampu menghidupinya. Ternyata setelah lahir anaknya tak ada masalah. Kondisinya sama saja seperti sebelum anak itu lahir. Mereka juga tidak bertambah miskin, air susunya tetap mengalir, makanan juga tetap ada, entah dari mana.
Ternyata Allah-lah yang mencukupi kebutuhan manusia. Allah-lah yang memasok rezeki bagi manusia. Adapun perasaan cukup atau tidak itu tergantung kepada manusia..
Dalam realitas kehidupan ini, kita akan temukan betapa banyak orang kaya yang masih merasa kurang dengan harta miliknya. Sementara kita juga dapati betapa banyak kelurga miskin yang sepertinya tidak kurang apapun juga.
Anda tidak usah heran apabila menjumapi seorang janda dengan sebelas anak mampu menyekolahkan anakanya hingga ke Perguruan Tinggi, padahal ia tidak mendapat warisan dari suaminya, juga tidak tergolong orang kaya. Ternyata jnada tersebut hanya berprofesi sebagai guru mengaji. Mustahilkah ? Rezki yang diperoleh si janda tadi adalah rezeki yang barakah. Sedikit memang tapi cukup bagi hidup anaknya dan dirinya.
Abi Thallib adalah orang yang sangat miskin. Jangankan menghidupi orang lain, untuk keluarganya sendiri sajja sudah serba kurang. Namun tidak demikian setelah Rasulullah SAW di tengah-tengah mereka membawa berkah. Mereka hidup cukup walaupun tidak berlebihan.
Karenanya umat Islam tidak perlu ragu untuk menginfaqkan hartanya, tidak usah khawatirmengurangi belanja keluarganya. Jangan terlalu banyak bila ingin mengangkat anak yatim di tengah keluarga, karena takut berkurang harta dan benda. Kalau diulu sebelum berinfaq,stu piring hanya cukup untuk satu anak, kini nsatu piring cukup untuk dua anak. Itulah tanda harta punya berakah.
Berbeda dengan harata yang tidak berberkah, walaupun kaya tapi kebutuhan juga ikut bertambah. Tuntutan istri bertmabah banyak. Tuntutan anaka semakin menggunung. Sementara pengelueran untuk biaya tak terduga juga semakain melangit. Bila demikian adanya , itu satu tanda abahwa harta yang dimilikinya tidak berberkah.
Satu lagi tandanya, semakin kaya semakin gelisah. Hidup terasa semakin tidak tenang, tidur tidak nyeyak, makanpun tak enak. Berbagai makananpun sudah terhidang, tak hanya satu macam makanan. Tapi dasar selera sudah jauh berkurang. Makanan apapun akan terasa hambar. Belum lagi juga penyakit yang datang bertubi-tubi, maka lengkaplah penderitaan orang kaya ini.
Kalau ingin harta kita berberkah, carilah yang halal saja. Bila sudah ditangan bersihkanlah dengan sedekah, infaq dan amal jariyah. Belanjakan untuk kemaslahatan hdup. Perbanyak menolong orang, sering-sering mengundang dan menjamu makan. Jangan lupa hak tamu untuk mendapat penghormatan.
Kalau ingin Negara ini berberkah, jauh dari keributan, dekat dengan kesejahatraan, maka jadikanlah warganya beriman, beramal shaleh, taqwa kepada Allah SWT