“Hai orang-orang yang beriman. Hendaklah kamu menjadi menusia yang lurus karena Allah, menjadi saksi dengan adil; dan janganlah kebencian kamu atas suatu kaum, menyebabkan kamu tidak adil. Berbuatlah adil. Karena (adil itu) adalah mendekatkan kepada taqwa. Dan takulah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah amat mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al Maidah: 8).
Dalam kitab-kitab fikih kata adil didefinisikan sebagai sikap konsisten melaksanakan ajaran agamanya (bertaqwa dan menjaga muru’ah). Dengan demikian, orang yang adil adalah orang yang mampu melaksanakan segala aturan dalam agamanya (Islam), sehinnga orang tersebut dapat menjadi orang bertakwa kepada Allah SWT.
Adil suatu tindakan yang setiap orang mudah untuk mengatakannya tetapi ternyata ketika akan berbuat adil itu ternyata susah. Syaikhul Islam Ibn Taimiyah dalam salah satu kitabnya, Majmû’ al-Fatâwâ mengatakan “Sesungguhnya manusia tidak berselisih pendapat, bahwa dampak kezaliman itu sangatlah buruk, sedangkan dampak keadilan itu adalah baik. Oleh karena itu, dituturkan, “Allah menolong negara yang adil walaupun negara itu kafir dan tidak akan menolong negara zalim, walaupun negara itu Mukmin.” Sesungguhnya manusia tidak berselisih pendapat, bahwa dampak kezaliman itu sangatlah buruk, sedangkan dampak keadilan itu adalah baik. Oleh karena itu, dituturkan, “Allah menolong negara yang adil walaupun negara itu kafir dan tidak akan menolong negara zalim, walaupun negara itu Mukmin
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan." (QS 16:90).
Dalam pandangan Islam, keadilan bukan sekedar seruan atau perintah agama. Keadilan adalah sebuah fitrah. Barang siapa yang mencoba-coba berbuat tidak adil, mereka akan merasakan akibatnya, baik secara langsung maupuin tidak langsung. Baik yang bersifat jasadiyah maupun ruhiyah.
Manusia senantiasa diperintahkan bertakwa kepada Allah, dan ketahuilah bahwa Allah ta’ala memerintahkan berbuat adil dan mengabarkan bahwa Allah mencintai orang-orang yang adil. Allah ta’ala berfirman yang artinya :”Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat adil dan baik”. (AnNahl : 90) “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil”. (AlMaidah :42) Adil adalah sikap dalam segala sesuatu dan keadilan adalah karakter yang mengharuskan seseorang menjaga diri dari hilangnya kehormatannya. Rasulullah صلى الله عليه و سلم berkata “Orang yang adil di sisi Allah di atas mimbar dari cahaya, mereka adalah orang-orang yang adil dalam hokum dan keluarga”. (HR. Muslim). Seorang muslim wajib adil dalam berkata. Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Dan apabila kamu berkata dan berbuat maka berlaku adillah (pada tiap kondisi) kendatipun kepada kerabatmu:. (AlAnam :152) Yakni jika anda berkata maka haruslah adil jangan zhalim bahkan katakanlah kebenaran walaupun pahit apakah yang berkaitan dengan hak anda atau kewajiban anda, pada orang yang paling dekat dan paling anda cintai sebagaimana kata Allah ta’ala :” Hai orang-orang yang beriman, menjadilah kamu orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil”. (AlMaidah :8).
Dalam Islam , perintah selalu diiringi dengan larangan. Maka, perintah berbuat adil pun diiringi dengan larangan berbuat dzalim. Allah SWT. berfirman: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan cara yang bathil dan (janganlah) kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (cara berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah: 188). Rasulullah SAW. juga bersabda: “Berhati-hatilah, terhadap do’a orang-orang yang terdzalimi. Sebab antara mereka dengan Allah tidak terdapat hijab (penghalang).” (H.R. Muslim dan Bukhari)
Inilah agama kita, agama yang tegak di atas keadilan pada semua hukum dan syaritanya. Allah ta’ala berfirman :” Kalimat robmu (Al Qur’an) telah sempurnalah, sebagai kalimat yang benar beritanya dan adil hukumnya”. (AlAnam :115). Islam tidak menetapkan kecurangan dan kezhaliman serta permusuhan serta tidak tergantung oleh seorang pun bahkan ia selalu adil di mana saja ia berada. Ia memerintahkan kita memenuhi janji meskipun dengan orang-orang kafir. Allah ta’ala berfirman yang artinya :” Jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan yang telah kamu adakan perjanjian dengan mereka, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan terang-terangan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat”.(AlAnfal :58) Yakni jika anda takut pada suatu kaum akan menghianati perjanjiannya maka batalkanlah perjanjian itu dengan cara anda mengabarkan pembatalan itu sehingga mereka tidak dalam sangkaan masih dalam perjanjian itu yang menyebabkan penghianatan dari pihak anda. Demikianlah sifat agama Islam, agama yang cocok untuk setiap waktu dan tempat. “Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Yusuf :40) Oleh karena itu orang-orang kafir yang hidup di bawah naungan agama Islam mereka mengakui keadilan, kesempurnaan dan kecocokannya dengan jaman. Maka dengan melihat Islam, di antara mereka ada yang beriman dan ada yang tetap memilih kekafiran setelah jelas kebenaran bagi mereka dikarenakan kesombongan dan penentangan hati.
Islam memang rahmatan lil ‘aalamin. Tidak saja rahmat bagi pemeluknya, tapi juga mampu meluluhkan dan menentramkan hati orang-orang kafir. Ironisnya, saat ini justeru Islam dan umatnya terpuruk dalam sisi gelap sejarah peradaban manusia. Hal ini lebih disebabkan oleh kaum muslimin yang lupa bahkan tidak tahu dengan Islamnya sendiri. Sehingga ia lebih memilih jalan hidup yang bukan dari Islam. Hanya kepada Allah kita memohon agar memperbaiki kondisi kaum Muslimin, memberikan pemahaman agama dan menganugrahkan kekuatan untuk istiqomah, segera bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla dari semua perbuatan dosa. Semoga Allah memperbaiki kondisi para penguasa kaum Muslimin, semoga Allah menolong al-haq melalui mereka serta menghinakan kebathilan, membimbing mereka untuk menerapkan syari'at Allah ‘Azza wa Jalla atas para hamba. Dan semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum Muslimin dari fitnah dan jebakan setan yang menyesatkan. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa untuk hal itu

