Photobucket
Allah SWT always answers your request. May be not always with a YES, but always with the BEST.

Hidup Adalah Surga

Hidup adalah kumpulan hari, bulan, dan tahun yang berputar tanpa pernah kembali lagi. Setiap hari umur bertambah, usia berkurang. Hal itu berarti kematian kian dekat. Semestinya kita kian arif dan bijak menjalaninya, tetap dalam kesalehan, bertambah kuat akidah, semakin khusyuk dalam beribadah, dan mulia akhlak. Pada puncak kebaikan itu lalu kita wafat, itulah husnul khatimah.

Kehidupan jasad hanyalah sementara di dunia. Sedangkan kehidupan roh mengalami lima fase, yaitu: arwah, rahim, dunia, barzah, dan akhirat. Berarti hidup di dunia hanya terminal pemberhentian menuju akhirat. Allah SWT mengingatkan, ''Kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.'' (QS: Al-A'laa [87]: 17). Rasulullah saw menggambarkan bahwa hidup ini tak ubahnya seorang musafir yang berteduh sesaat di bawah pohon yang rindang untuk menempuh perjalanan tanpa batas. Karena itu, bekal perjalanan mesti disiapkan semaksimal mungkin. Sebaik-baik bekal adalah takwa (QS Albaqarah [2]: 197).

Orang bertakwa adalah orang yang sangat cerdas.Ia tidak mau terjebak pada ''keenakan'' sesaat, tetapi menderita berkepanjangan. Karenanya, ia mengolah hidup yang sesaat ini menjadi berarti untuk kehidupan panjang tanpa akhir nanti. ''Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.'' (QS Al-Ankabuut [29]: 64).

Hidup ini di bawah tatapan dan aturan Allah. Segalanya digulirkan dan digilirkan: hidup, lalu mati; kecil, akhirnya membesar; muda, lama-lama tua; dan muncul kesenangan, terkadang berganti kesedihan. Semua fana. Tetapi, di tengah kefanaan itu, umat Rasulullah yang paling sukses --sebagaimana dijelaskan dalam hadis --adalah yang paling banyak mengingat mati, lalu mempersiapkan hidup setelah mati.

Akhirnya, orang-orang cerdas akan tahu, sadar, dan yakin bahwa hidup bukan untuk mati, tetapi mati itulah untuk hidup. Hidup bukan untuk hidup, tetapi untuk Yang Mahahidup. Karenanya, jangan takut mati, jangan cari mati, jangan lupa mati, dan rindukanlah mati. Mengapa? Karena, kematian adalah pintu berjumpa dengan-Nya -- perjumpaan terindah antara kekasih dengan Kekasihnya.

Subhanallaah, ternyata hidup ini surga, saudaraku.

Sumber :Dudung.net

Selanjutnya......

KATA MUTIARA.


Pria gagah melukis kekuatan lewat masalahnya...
Tersenyum saat tertekan, tertawa du saat hati sedang risau, tabah di saat terhina, mempesona karena kearifannya..
Pria gagah, mengasihi tanpa pamrih dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan.

Hidup ini akan indah dengan ilmu, Ilmu akan indah dengan amal, amal akan indah dengan keikhlasan.
Maka amalkanlah ilmu dengan ikhlas agar setiap detik dalam hidup berlalu dengan penuh keindahan.

Kadang kita memintan pada Allah setangkai bunga yang indah, tapi Allah memberi kaktus berduri.
Kadang kita memintan pada Allah kupu-kupu, tapi diberi ulat.
Kita pun sedih dan kecewa,
namun kemudian, kaktus itu berbunga yang indah sekali
dan ulat itupun menjadi kupu-kupu yang cantik.
Itulah jalan Allah, indah pada waktunya.
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.
Kadang kita sedih, kecewa, terluka, tapi jauh diatas segalanya Allah sedang merajut yang terbaik dalam kehidupan kita.
Jadi, tetaplah percaya bahwa Allah akan selalu memberi yang terbaik untuk kita.


10 bunga hidup bahagia:
1. bangun di saat menjelang fajar untuk beristigfar (QS.3:17).
2. Menyendiri untuk bertafakkur (QS.3:191).
3. Menjalin hubungan dengan orang Sholih (QS.18:28).
4. Berdzikir (QS.33:41).
5. Melakukan Shalat 2 rakaat dengan khusyu (QS.23.2).
6. Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur (QS.4:82).
7. Berpuasa pada hari yang sangat panas
8. Melakukan sedekah secara sembunyi-sembunyi
9. Meringankan beban orang lain.
10. Berlaku zuhud.

Barangsiapa yang menginginkan PENOLONG , maka cukuplah baginya ALLAH sebagai sebaik-bauk PENOLONG.
Barangsiapa yang menginginkan PETUNJUK, maka cukuplah baginya AL-QR'AN & AS-SUNNAH sebagai sebaik-baik PETUNJUK.
Barangsiapa yang menginginkan TELADAN, maka cukuplah baginya RASULULLAH & SALAFUSHALIH sebagai sebaik-baik TELADAN.
Barangsiapa yang menginginkan BEKAL, maka cukuplah baginya KETAKWAAN sebagai sebaik-baik BEKAL.
Barangsiapa yang menginginkan PENASEHAT, maka cukuplah baginya KEMATIAN sebagai sebaik-baik PENASEHAT.
Dan barangsiapa yang TIDAK DICUKUPKAN dengan SEMUA ITU, maka CUKUPLAH NERAKA baginya.
Teruslah beristiqamah di JALAN ALLAH dengan penuh KESABARAN , maka engkau akan diCINTAI oleh ALLAH.

Sepanjang apapun perjuangan kita di jalan da'wah ini. Kita tidak akan pernah mampu membalas apa yang telah da'wah berikan untuk kita.
Pandangilah diri kita saat ini...
Lalu tengok...
Siapa diri kita saat belum merasakan nikmat hidayah. Dahulu kita begitu jahil, tapi hari ini ALLAH membukakan mata hati kita dan memperlihatkan hakekat kehidupan yang sebenarnya.
Sadarkah kita bahwa kita adalah orang-orang yang sangat beruntung ?
Maka Mari kita mencoba berusaha berkhidmat untuk Ad-Dien ini.

Untukmu ...
yang dengan Islam pandangan tertunduk & lisan terjaga, yang dengan Islam saudara bertambah, kekal dengan taqwa.
Untukmu terkirim doa semoga ALLAH senantiasa menjaga kita semua.

Ketahuilah sesunguhnya Allah meninggikan derajat orang berilmu dan Allah SWT sangat menyukai majelis-majelis ilmu.

Bagi Allah SWT ada hamba-hamban-Nya yang dikhususkan, mereka membantu kebutuhan-kebutuhan orang lain. Mereka berlindung kepada-Nya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Orang-orang itulah yang aman dari adzab Allah ( HR. Thabrani ).

Orang yang selalu optimis dalam hidup dan meyerahkan segal urusannya sebagai keputusan terakhir dari segala usahanya kepada Allah dengan penuh keikhlasan, maka dia akan menjadi berbahagia.

Ya Allah .....
Ketika aku jatuh cinta, jagalah cinta itu agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu
Ketika aku berucap "Aku cinta padamu....., biarlah kukatakan ini kepada hatinya yang terpaut pada-Mu agar tidak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu..!!!!
Ya Allah .....
Aku mohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencinti_mu, dan amal-amal yang mendekanku kepada cinta-Mu....", karena mencintai seseorang tidak akan berarei apa-apa tanpa rahmat-Mu. Dan dicintai orang-orag yang Engkau cinta dan mecinta-Mu sangatlah brmakna dan menyenangkan, Tapi .... dicintai oleh Engkau Sang Maha Pengasih dan Penyayang adalah kesempurnaan dan hiburan bagi pribadi yang lelah dan lemah haus kasih sayang ini....


Ketika diri ini penat memikirkan dunia, maka berwudhulah.....
ketika tangan ini letih menggapai cita-cita maka bertakbirlah.....
Ketika pundak tak kuasa memikul masalah yang ada, maka bersujudlah.....
ikhlaskan semuanya dan medekatlah pada Allah
biarkan jasad ini beristirahat dan memenuhi hak kepada pencipta-Nya...
Dan birkan jiwa ini melepas kegundahan dan mengadu kepada kekasih_nya......
Agar tunduk disaat yang lain angkuh , agar trguh disaat yang lain runtuh, dan agar tetap tegar di saat yang lain terhempas......


Saudaraku..
Hati ini ibarat raja bagi anggota tubuh lainnya, dia mampu mengendalikan denganperintah berupa niat yang terbersik didalamnya, dan akan dilaksanakan oleh anggota tubuh lainnnya sebagai prajurit...
Sesunguhnya kemaksiatan itu dapat menjadikan hatimu kotor,maka bersihkanalah hatimu dengan menjaga pandangan dan sibukkanlah dirimu untuk memperbaiki hatimu, agar terpancar dari hatimu akhlak yang mulia dan tercapai apa yang kau rindukan yaitu manis_nya beribadah kepada Allah...

Selanjutnya......

Paradoks Zeno

Tujuan kehidupan adalah hidup selaras dengan alam”
(“The goal of life is living in agreement with nature.”)
Zeno

Paradoks Zeno merupakan sebuah paradoks yang terkenal dalam sejarah Yunani dan juga matematika.Achilles dan kura-kura ini salah satu dari 8 paradoks Zeno yang paling terkenal. Terkenal karena orang Yunani gagal menjelaskan paradoks ini. Walau sekarang terkesan ga terlalu sulit, tapi butuh waktu ribuan tahun sebelum matematikawan dapat menjelaskannya.
Riwayat
Zeno dikenal banyak orang karena namanya tercantum pada halaman pertama buku Parmenides karangan Plato. Diperkirakan bahwa saat itu Zeno berumur 40 tahun, sedang Socrates masih remaja, kisaran usia 20 tahun. Dengan mengetahui bahwa Socrates lahir pada 469 SM, maka diperkirakan Zeno lahir pada tahun 490 SM. Disinyalir bahwa Zeno mempunyai hubungan “khusus” dengan Parmenides. Catatan Plato menyebutkan adanya gosip bahwa mereka saling jatuh cinta saat Zeno masih muda, dan tulisan Zeno tentang paradoks digunakan untuk melindungi filsafat Parmenides dari para pengkritiknya. Semua catatan itu tidak pernah ada dan cerita itu dituturkan oleh tangan kedua. Tulisan Aristoteles yang terdapat pada Simplicius - terbit ribuan tahun setelah Zeno - digunakan sebagai acuan.
Zeno dari Elea, lahir pada awal mulainya perang Persia – konflik antara Timur dan Barat. Yunani dapat menaklukkan Persia, tapi semua filsuf Yunani tidak pernah berhasil menaklukkan Zeno. Zeno mengemukakan 6 paradoks, teka-teki yang tidak dapat dipecahkan oleh logika filsuf terkemuka Yunani saat itu. Paradoks yang dilontarkan Zeno membingungkan semua filsuf Yunani, namun tidak seorang pun dapat menemukan kesalahan pada logika Zeno. Paradoks ini menjadi sangat termasyur karena terus “mengganggu” pemikiran para matematikawan; dan baru dapat dipecahkan hampir 2000 tahun kemudian. Dari enam paradoksnya, yang paling terkenal, adalah paradoks lomba lari Achilles dan kura-kura.


Latar belakang
Parmenides menolak faham pluralisme dan realitas dalam berbagai macam perubahan: baginya segala sesuatu tidak dapat dibagi, realitas tidak berubah, dan hal-hal yang tampak dan berbeda hanyalah ilusi belaka, sehingga dapat dibantah dengan argumen/alasan. Tidak perlu disangsikan lagi, faham ini mendapat banyak kritikan tajam.
Tanggapan terhadap kritik Zeno memicu sesuatu yang lebih nyata, namun mampu memberi dampak mendalam bagi filsafat Yunani bahkan sampai saat ini. Zeno berusaha menunjukkan bahwa suatu kemustahilan diikuti oleh logika dari pandangan Parmenides. Segala sesuatu dapat menjadi sangat kecil atau menjadi sangat besar. Paradoks ini sebagai bukti kontradiksi atau kemustahilan akibat asumsi-asumsi yang (tampak) masuk akal. Apabila dilihat lebih dalam maka paradoks mengarah kepada target spesifik yaitu menyangkut lebih atau kurang: pandangan orang atau aliran pemikiran tertentu. Zeno – lewat paradoks - berusaha menyatakan bahwa alam semesta ini tidak berubah dan tidak bergerak.
Mencoba menyingkap siapa yang menjadi target serangan Zeno relatif lebih mudah daripada mencoba memecahkan paradoksnya. Tahun kelahiran Zeno, menunjuk bahwa dunia remajanya dipenuhi dengan pandangan Pythagoras (580 – 475 SM) dan para pengikutnya (pythagorean). Tampaknya doktrin Pythagorean mau diserang Zeno, meskipun dugaan ini masih terlampau dini untuk disebut karena topik ini masih menjadi ajang perdebatan sampai sekarang.
Paradoks Zeno mengungkapkan problem-problem yang tidak dapat diselesaikan oleh semua teknik matematika yang tersedia pada saat itu. Penyelesaian paradoks Zeno baru dimulai pada abad 18 (atau lebih awal dari itu). Paradoks itu mampu merangsang otak-otak kreatif matematikawan dan memberi warna pada sejarah perkembangan matematika.

Matematikawan “hitam”
Zeno (490 – 435 SM) dari Alea dan Eudoxus (408 – 355 SM) dari Cnidus menghadirkan pertentangan dua kubu pemikiran matematika: penghancuran kritikal dan pengembangan kritikal. Pertentangan kedua pemikiran ini layak disebut dengan ajang pertempuran logika antara matematikawan “hitam” dan matematikawan “putih.”
Duel “aliran” tidak hanya terjadi pada jaman kuno, matematikawan modern juga mengekor atau menjadi pengikut salah satu idola mereka.
Penghancuran kritikal seperti pemikiran Zeno diteruskan oleh Kronecker (1823 – 1891) dan Brouwer (1881 - 1966), sedangkan pemikiran Eudoxus diteruskan oleh Weierstrass (1815 – 1897), Dedekind (1831 – 1916) dan Cantor (1845 – 1918).

Paradoks Zeno
Ada 4 paradoks Zeno yang terkenal, meskipun yang paling terkenal adalah paradoks kedua, perlombaan lari Archilles dan kura-kura.

1. Dikhotomi
Paradoks ini dikenal sebagai “dikhotomi” karena selalu terjadi pengulangan pembagian menjadi dua. Gerak adalah tidak dimungkinkan, sebab apapun yang terjadi gerak harus mencapai (titik) tengah terlebih dahulu sebelum mencapai (titik) akhir; tapi sebelum mencapai titik tengah terlebih dahulu mencapai seperempat dan seterusnya, suatu ketakterhinggaan. Jadi, gerak tidak akan pernah ada bahkan pada saat untuk memulainya.

2. Perlombaan lari Achilles dan kura-kura
Achilles - kesatria pada perang Troya, mitologi Yunani, berlomba lari dengan kura-kura, tetapi Achilles tidak dapat mengalahkan kura-kura yang berjalan lebih dahulu. Untuk memudahkan penjelasan, maka diberikan ilustrasi dengan menggunakan angka pada paradoks ini.
Bayangkan: Achilles berlari dengan kecepatan 1 meter per detik, sedangkan kura-kura selalu berjalan dengan kecepatan setengahnya, ½ meter per detik, namun kura-kura mengawali perlombaan dari ½ jarak yang akan ditempuh (misal: jarak tempuh perlombaan 2 km, maka titik awal/start kura-kura berada pada posisi 1 km, sedang Archilles pada titik 0 km). Kura-kura berjalan begitu Achilles mencapai tempatnya. Begitu Achilles mencapai posisi 1 km, kura-kura berada pada posisi 1,5 km; Achilles mencapai posisi 1,5 km, kura-kura mencapai posisi 1,75; Achilles mencapai posisi 1,75 km, kura-kura mencapai posisi 1,875 km. Pertanyaannya adalah kapan Achilles dapat menyusul kura-kura?.

3. Anak panah
Anak panah bergerak (karena dilepaskan dari busur) pada waktu tertentu, diam maupun tidak diam. Apabila waktu tidak dapat dibagi, panah tidak akan bergerak. Apabila waktu kemudian dibagi. Tetapi waktu juga tersusun dari setiap (satuan) saat. Jadi panah tidak dapat bergerak pada suatu saat tertentu, tidak dapat bergerak pula pada waktu. Oleh karena itu anak panah selalu diam.

4. Stadion
Paradoks tentang gerakan urutan orang duduk di dalam stadion. Urutan [AAAA] yang diam diperbandingkan dengan urutan bergerak pada tempat duduk stadion dari dua arah yang berlawanan, [BBBB]: urutan orang yang bergerak ke kiri dan [CCCC]: urutan orang duduk yang bergerak ke kanan.

Paradoks tentang stadion ini dapat digambarkan sbb.:
AAAA: urutan berhenti
BBBB: urutan bergerak ke kiri
CCCC: urutan bergerak ke kanan
Semuanya bergerak dengan kecepatan tetap/sama.

Posisi I Posisi II

A A A A A A A A
B B B B B B B B
C C C C C C C C

Posisi I:
Urutan duduk AAAA, BBBB dan CCC terletak rapi, baris dan kolom sama. Gerakan dimulai, dengan kecepatan sama, urutan BBBB dan urutan CCCC bergerak. Urutan B paling kiri melewati 2 orang: C paling kiri dan A paling kiri. Jarak B paling kiri dengan C paling kiri adalah 2 kali jarak B paling kiri dengan A paling kiri, dengan waktu yang sama.
Zeno mempertanyakan mengapa dengan waktu yang sama dan kecepatan sama ada perbedaan jarak yang ditempuh?


Pemecahan modern
Semua orang tahu bahwa dalam dunia nyata, Achilles pasti dapat menyusul kura-kura, namun dari argumen Zeno, Achilles tidak akan pernah dapat menyusul kura-kura. Para filsuf jaman itu pun tidak mampu membuktikan paradoks tersebut, walaupun mereka tahu bahwa kesimpulan akhirnya adalah salah. “Senjata” filsuf hanya logika, dan deduksi tidaklah berguna dalam kasus ini. Semua langkah tampaknya masuk akal, dan jika semua prosedur sudah dijalani, bagaimana kesimpulan yang didapat ternyata salah?
Mereka terperangah dengan problem tersebut, tetapi tidak memahami akar permasalahan: ketakterhingga (infinite). Hal ini sama dapat terjadi apabila anda membagi sebuah mata uang menjadi 1/2, 1/4, 1/8, 1/16, 1/32, 1/64 dan seterusnya sampai tidak terhingga tetapi hasilnya akhirnya jelas, yaitu: tetap 1 mata uang. Matematikawan modern menyebut fenomena ini dengan istilah limit; angka 1/2, 1/4, 1/8, 1/16, 1/32, 1/64, 1/128 dan seterusnya mendekati angka 0 sebagai titik akhir (limit).
Angka berurutan dengan pola tertentu sampai tidak mempunyai batas akhir; mereka makin kecil dan bertambah kecil sampai tidak dapat dibedakan lagi. Orang Yunani tidak mampu menangani ketakterhinggaan. Mereka berpikir keras tentang konsep kosong (void) tetapi menolak (angka) 0 sebagai angka. Hal ini pula yang membuat mereka pernah dapat menemukan kalkulus.

Dua paradoks tambahan
Tidak puas dengan empat paradoks yang dilontarkan. Zeno menambahkan dua paradoks lain yang tidak kalah rumitnya.

5. Paradoks tentang tempat
Paradoks ini cukup singkat, sehingga Zeno sulit menjelaskannya. Secara garis besar dapat disederhanakan sbb.: keberadaan segala sesuatu benda (misal: batu) adalah suatu tempat tertentu (misal: meja), sedangkan tempat tertentu itupun (meja) memerlukan suatu tempat (misal: rumah) dan seterusnya sampai ketakterhinggaan.

6. Paradoks tentang bulir gandum
Apabila anda menjatuhkan sebuah karung berisi gandum yang belum dikupas kulitnya akan terdengar suara keras; tetapi suara itu adalah akibat gesekan bulir-bulir gandum dalam karung; akibatnya setiap bagian dari bulir-bulir gandum menimbulkan suara saat jatuh ke tanah. Kemudian pertimbangkanlah menjatuhkan setiap bagian dari bulir gandum itu; kita semua tahu bahwa tidak ada suara yang terdengar.


Zeno boleh mati, tetapi paradok tetap hidup
Karena kecerdikan sendiri, Zeno akhirnya menghadapi problem serius. Sekitar tahun 435 SM, dia bersekongkol untuk mengulingkan tirani Elea saat itu, Nearhus. Zeno membantu menyelundupkan senjata dan mendukung pemberontakan. Sialnya, Nearchus mengetahui skenario itu, dan Zeno akhirnya ditangkap. Berharap dapat mengungkap konspirasi itu, Zeno disiksa. Tidak tahan oleh siksaan, Zeno menyuruh para penyiksanya untuk menghentikan siksaan dan dia berjanji akan menyebutkan nama rekan-rekannya.
Ketika Nearchus mendekat, Zeno meminta agar tiran itu lebih mendekat lagi karena dia akan menyebutkan nama-nama komplotan rahasia itu langsung di telinga Nearchus. Setelah telinga ada dalam jangkauan, tiba-tiba Zeno menggigit telinga Nearchus. Nearchus menjerit-jerit kesakitan, namun Zeno menolak untuk melepaskan gigitannya. Para penyiksanya hanya dapat melepaskan gigitan Zeno dengan jalan menusuk mati Zeno. Ini adalah akhir hayat, pencipta paradoks atau guru ketakterhinggaan.


Sumbangsih
Jasa Zeno paling besar adalah pengaruhnya bagi filsafat. Sasaran ‘tembak’ Zeno adalah pluraliti dan gerak – sesuatu ditanamkan pada opini-opini geometrikal yang lazim dikenal – selain akal sehat, menyerang doktrin-doktrin Pythagorean, ternyata mampu memberi inspirasi para teori relativitas (paradoks keempat) dan fisika quantum. Kenyataannya ruang dan waktu bukanlah struktur matematika utuh (continuum). Alasan bahwa ada cara untuk melestarikan realitas gerak mengingkari bahwa ruang dan waktu terbentuk dari titik-titik dan saat-saat.
Paradoks ini sangat terkenal, terutama paradoks Archilles dan kura-kura, kelak dipecahkan oleh Cantor. Hampir seluruh buku matematika mencantumkan nama Zeno pada indeksnya. Paradoks tidak hanya merupakan pertanyaan terhadap matematika abstrak tetapi juga pada realitas fisik. Memperkecil skala seperti halnya paradoks bulir gandum, sampai tidak dapat dibagi memicu orang “membedah” suatu benda sampai tingkat atom.

Sumber:http://mate-mati-kaku.com/
wikipedi.org

Selanjutnya......

HARI INI .................


Seorang bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan.

Yang pertama: hari kemarin. Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja.

Yang kedua:

hari esok. Hingga mentari esok hari terbit, anda tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja. Yang tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup; pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri anda untuk hari ini. Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah
apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.

Renungan:
Kita sering ditakuti oleh bayangan seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka, atasi persoalan anda sekarang. Karena belum tentu sebesar yang anda takutkan, dan belum tentu sesulit yang anda bayangkan.


Selanjutnya......

MEMBUAT KALKULATOR SEDERHANA

Berikut Script membuat kalkulator sederhana dengan menggunakan Visual Basic 6.0
Sebelumnya buatlah tampilan kalkulator pada form seperti yang terilahat pada gambar berikut:

Kemudian masukkan kode berikut:


Dim A As Double
Dim B As Double
Dim pilihan As String

Private Sub AC_Click()
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
A = 0
B = 0
End Sub

Private Sub Command1_Click(Index As Integer)
Text1.Text = Text1.Text + Command1(Index).Caption
A = Text1.Text
Tanda.Enabled = True
End Sub

Private Sub Hasil_Click()
If pilihan = "+" Then
A = B + A
Text2.Text = A
Text1.Text = ""
ElseIf pilihan = "-" Then
A = B - A
Text2.Text = A
Text1.Text = ""
ElseIf pilihan = "*" Then
A = B * A
Text2.Text = A
Text1.Text = ""
ElseIf pilihan = "/" And A <> 0 Then
A = B / A
Text2.Text = A
Text1.Text = ""
Else
Text2.Text = "Tidak Terdefinisi"
Text1.Text = ""
End If
End Sub





Private Sub Koma_Click()
If Text1.Text = "" Then
Text1.Text = "0,"
Else
Text1.Text = Text1.Text & ","
End If
End Sub

Private Sub Satuper_Click()
Text2.Text = 1 / Text1.Text
End Sub

Private Sub Tambah_Click()
Text1.Text = " "
pilihan = "+"
B = A
A = 0
Tanda.Enabled = True
End Sub

Private Sub Kurang_Click()
Text1.Text = ""
pilihan = "-"
B = A
A = 0
Tanda.Enabled = True
End Sub

Private Sub Tanda_Click()
If A < 0 Then
Text2.Text = -A
A = -A
Else
Text2.Text = "-" & Text1.Text
A = -A
End If

End Sub

Private Sub Bagi_Click()
Text1.Text = ""
pilihan = "/"
B = A
A = 0
Tanda.Enabled = True
End Sub
Private Sub Kali_Click()
Text1.Text = ""
pilihan = "*"
B = A
A = 0
Tanda.Enabled = True

End Sub

Private Sub Akar_Click()
If A < 0 Then
Text2.Text = "Angka tidak boleh negatif"
Else: Text2.Text = Sqr(A)
End If
End Sub

Private Sub Form_Load()
Text1.Text = ""
B = A = 0
Tanda.Enabled = True
End Sub


Selanjutnya......

Recent Comments

Design by: Ahmad Ansar and MyWebInstant.com